Contoh Cerpen (Cerita Pendek) Singkat

Posted on

Kumpulan Contoh Cerpen Singkat – Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Untuk lebih jelasnya maka simaklah Pembahasan kami mengenai Kumpulan Contoh Cerpen Singkat dibawah ini.

Contoh Cerpen

Pengertian Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Selain itu, cerpen atau cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya jika dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella & novel.

Baca Juga : Cerpen Adalah

Contoh Cerpen Singkat

Contoh Cerpen
Contoh Cerpen

Contoh Cerpen Singkat Persahabatan

“Baik Luar Dalam”

“Din, ada Devi tuh di depan nyariin kamu katanya, ditemuin gih. Dah nungguin dari tadi.” Sahut Devi kepada Dinda yang sedang mengerjakan tugas sekolah di rumah Dinda.

“Bi surti, bilang aja aku gak ada, lagi keluar apa cari alasan lain gitu.” Pinta Dinda pada Bi Surti yang bekerja di rumahnya.

“Iya, Non.”

“Kamu kenapa kaya gitu sama Devi? Dia sudah datang jauh-jauh malah kamu gituin. Devi itu anak baik lho, Din.”

“Iya dari memang luarnya keliatan baik, manis, ramah. Tapi apa hanya itu saja kamu mengukur sifat seseorang? Dari luar memang manis. Tapi dalamnya tuh pahit.”

“Pahit gimana maksudnya?”

“Devi itu sering ngomongin keburukan temannya sendiri di belakang orangnya. Banyak pokoknya, yang gak bisa aku jelasin ke kamu.

“Beda sama kamu, lihatlah kamu ini. Judes, ceplas-ceplos kalo ngomong sama aku. Tapi hatimu tulus, Tin, bukan baik di luar tapi dalamnya busuk. Aku gak butuh kawan yang tampilan luar orang dalam berteman.” Jelas Dinda.

Baca Juga : Contoh Teks Eksposisi

Contoh Cerpen Singkat Lucu

“Cowok Idaman”

Pagi itu Tya berangkat sekolah bersama Ica sahabatnya. Sembari menyusuri lorong kelas yang biasa mereka lewati, Tya bertanya pada Ica.

“Ca, menurutmu tipe cewek idaman Ari itu kaya gimana sih?”

Sambil tersenyum Nina lantas menjawab. “Gimana ya? Setahuku tipenya Ari sih gak muluk-muluk. Karena setahu aku dia lebih suka sama cewek yang natural gitu lah.”

“Hmm gitu ya, gak suka sama cewek yang hobi dandan berarti” Sambut Tya dengan wajah yang semakin berbinar kegirangan.

“Ya kira-kira seperti itu lah.”

“Terus gimana dong supaya wajah tetep cantik meski gak pake make up tebal?” Tanya Tya lagi.

“Coba aja kamu pakai masker bengkoang dan scrub gula pasir biar bibir merah merona gitu” Jawab Ica.

“Wah iya juga ya, nanti malam ku coba deh Ca”

Selama beberapa hari Tya mencoba ide yang diberikan oleh Ica. Tya pun sangat senang karena wajahnya lama kelamaan mulai tampak lebih cerah dan berseri. Bekas jerawat yang awalnya tampak jelas pun sudah mulai menghilang.

Masker Bengkoang dan Scrub gula pasir untuk wajah dan bibir pun tak pernah lupa untuk terus ia gunakan mengingat seminggu lagi bakal ada acara pensi.

Pastinya di acara ini Tya bakal ketemu Ari dan dia harus tampil cantik dan mempesona agar menarik perhatian Ari, Lelaki idamannya.

Baca Juga : Contoh Teks Diskusi

Contoh Cerpen Singkat Kehidupan Sehari-hari

“Tak Konsisten”

Terdengar bunyi alarm begitu keras mengusik tidur agus yang begitu terlelap. Dia mengeliat menahan rasa kantuk. Kemudian dia membuka matanya secara perlahan.

“Oh Tuhan!” Agus terkejut melihat jam ternyata pukul 07.oo pagi. Dia langsung bergegas  menuju kamar mandi, kemudia dia mandi dan merapikan diri lalu tancap gas untuk pergi ke kantor. Sesampainay ia di kantor, dia sudah terlambat menghadiri meeting yang diajukan dari jam biasannya karena bosnya akan segera pergi keluar Negri.

“Maaf, Pak. Saya boleh masuk?” Tanya Agus pada bosnya yang sedang memimpin meeting.

”Iya, silahkan duduk, Gus, tapi maaf hari ini proyekmu digantikan oleh Riyan.”

“Tapi kenapa, Pak? Saya hanya terlambat sebentar.”

“Ini bukan masalah sebentar atau lama. Kita di perusahaan ini para pekerja profesional. Project itu dari dulu saya percayakan sama kamu tapi kamu ternyata tidak bisa konsisten. Meskipun telat sebentar, ada diantara temanmu yang bisa memberi ide bagus untuk proyek itu. Jadi maaf sekali lagi, sudah bagus kamu tidak saya keluarkan dari tim.” Jelas bosnya dengan tegas.

Langsung seketika Agus terdiam dengan wajah yang penuh dengan penyesalan. Setelah meeting selesai Agus pergi menuju meja kerjanya.

“Kamu kenapa hari ini, Gus? Sampai telat seperti ini tak seperti biasannya.”

“Ini salahku, Dev. Aku begadang semalam nonton bola Tim kesukaanku sampai larut malam, sampai-sampai aku lupa kalau ada project penting dan seharusnya menguntungkan bagiku.”

“Hmm makanya kamu harus mengutamakan profesi dari pada hobi.” Sambung Devi sedikit menasehati.

Contoh Cerpen Singkat Pengalaman Pribadi

“Trauma”

Dari dalam sebuah ruangan terdengar suara ketukan pintu.

“Silakan masuk” Sambung Pak Abdillah dari dalam ruangan.

“Maaf pak, apakah Pak Abdillah ada?” Tanya seseorang yang sedang dipanggil interview.

“Tidak ada, silakan keluar!”

Selanjutnya…

“Maaf pak”

“Tau di mana Pak Abdillah? Kenapa Office Boy (OB) yang ada di dalam ruangan?” Tanya seseorang itu kepada karyawan lain yang berada di luar ruangan.

“Yang di dalam tadi Pak Abdillah. Dia memang suka pura-pura seperti itu untuk mengetes bawahannya.” Ia menjelaskan.

“Maksudnya pak?”

“Ya artinya kamu tidak lolos interview hari ini, begitulah Pak Abdillah. Dia trauma dengan beberapa bawahannya karena urusan materi.”

Baca Juga : Contoh Kata Pengantar

Contoh Cerpen Anak Sekolah

“Rajin Belajar”

Hari Senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai malaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelas nya masing masing untuk belajar di kelas nya.

Hari ini ada empat mata pelajaran yakni, matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

Mata pelajaran yang pertama adalah matematika. Bapak guru menyuruh untuk ,engerjakan halaman 7 sampai 8.

Suasana di dalam kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal yang di berikan oleh bapak guru tersebut.

Setelah selesai, kemudian pak guru berpesan kepada murid-muridnya untuk mempelajari materi per-kalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu akan diadakan tes dadakan.

Setelah selesai melaksanakan proses belajar di sekolah, para siswa kemudian pulang kerumahnya masing-masing.

Dinda, Nuryati, dan Indah pulang bersama, mereka bertiga berjalan kaki karena memang jarak sekolah kerumah mereka tidak terlalu jauh.

“Setelah makan siang nanti kita bermain bersama ya?. Di rumahku ada boneka baru yang di belikan ayahku dari Bandung.” Pinta Indah kepada kedua temanya.

“Asyik.” Ucap Dinda dengan penuh kegembiraan.

“Gimana, Nur, kamu bisa ikut gak?”

“Aku tidak bisa ikut. Aku mau belajar saja, karena tadi kan pak guru berpesan untuk belajar untuk persiapan karena akan ada tes dadakan.” Sanjang Nuryati dengan polosnya.

Sesampai di rumahnya, Tika langsung ganti baju, makan siang, kemudian tidur siang agar malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan bisa konsentrasi.

Sesekali ia bertanya kepada ayahnya jika ada yang kurang paham dengan materi di buku.

Sedangkan Dinda dan Indah asyik bermain boneka hingga larut sehingga mereka tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harin nya mereka berangkat bersama, sesampai di kelas, ternyata memang ada tes dadakan.

Dinda dan Indah merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pak guru dan akhirnya mereka mendapat nilai jelek sehingga mereka harus mengulang tes susulan.

Lain halnya dengan Nuryati. Ia mendapat nilai terbaik di antara teman satu kelas nya karena dia sudah belajar dengan sungguh-sungguh sesuai nasihat gurunya. Bapak guru meminta agar Dinda dan Indah belajar dengan temannya, Nuryati.

“Wah, Nur, selamat ya, kamu mendapa nilai terbaik. Besok kita akan ikut belajar denganmu ya.” ucap Dinda pada Nuryati.

Contoh Cerpen Islami

“Keutamaan Sedekah”

“Bu, hari ini barang dagangan tidak habis bahkan hanya sedikit sekali yang terjual. Hanya segini yang bisa Bapak berikan ke Ibu.” Sambil memberikan uang hasil dagangan kepada istri nya untuk kebutuhan sehari hari.

“Iya Pak, tidak papa yang penting Bapak sudah berusaha dan memang selebihnya ini merupakan rejeki dari Tuhan.”
Keesokan harinya, sang suami berangkat bekerja lagi dengan membawa barang dagangannya ke pasar. Di tengah-tengah perjalanan ia bertemu dengan nenek tua yang terlihat kebingungan pinggir di jalan.

“Ada apa nek?” Tanya pak Tugimin kepada nenek tua tersebut.

“Nak, bolehkah nenek meminta uang? Nenek ingin pulang tapi tidak ada ongkos.” Pinta nenek lirih kepada Pak Tugimin.

“Uangku juga mepet, dagangan saya dari kemarin tidak laku banyak, untuk makan saja masih kurang, ah tapi tidak apa-apa. Kata pak ustad sedekah akan melancarkan rejeki, bismillah saja.” Gumam pak Tugimin dalam hati.

“Baiklah, Nek, ini ada uang tapi tidak terlalu banyak buat naik bis nenek sampai tujuan ya. Biar saya antar sampai ke terminal.” Ucap Pak Tugimin sambil mengantar nenek tersebut menuju terminal.

“Terima kasih nak, sudah mau membantu nenek, semoga rejekimu selalu lancar.”

“Aamiin, Nek”.
Setelah mengantar nenek tersebut, Pak Tugimin kembali ke pasar melanjutkan menjual dagangannya. Sesampainya Ia di pasar, ada seorang pembeli yang hendak memborong dagangannya sampai habis.

“Alhamdulillah rejeki memang tidak akan tertukar. Memang sedekah akan melancarkan rejeki.” Gumam Pak Tugimin bersyukur.

Contoh Cerpen Singkat Motivasi

“Malas Sekolah”

Minggu menjadi hari libur yang membuat orang malas melakukan aktivitas. Ada yang memilih berlibur, ada pula yang memilih di rumah melepas lelah setelah hari-hari sebelumnya penuh dengan aktivitas.

Begitu pula dengan Dani, dia memilih untuk bersantai-santai di rumahnya. Sampai-sampai setelah hari Minggu Dani masih belum siap menghadapi aktivitas sekolah yang menurutnya sangat membosankan.

“Dik, kamu tidak berangkat sekolah? Ini sudah siang lho. Nanti telat.” Tanya ibunya.

“Dicky masih capek, Bu. Bolos sehari saja tidak apa-apa. Lagian gak ada PR dan tes kok. Bu.”

“ Ya jangan begitu. Sekolah itu bayar loh Dik. Menuntut ilmu itu jangan kami sepelekan begitu saja Dik.” Jawab ibu nya menyanggah.

“Sudahlah bu, Dicky masih ngantuk mau lanjut tidur lagi.”

Melihat gelagat dari anaknya, ibunya menjadi kesal dan geram dan menyeret anaknya ke sebuah tempat. Kemudian ibunya mengajak Dicky ke panti asuhan yang disana dipenuhi oleh anak anak dengan latar belakang yang berbeda.

“Nah, lihat mereka. Sudah tidak punya orang tua yang membiayai sekolah padahal mereka juga mau sekolah.” Jelas ibunya memberi tahu anaknya.

Kemudian ibunya mengajak nya lagi ke suatu tempat yang disana banyak anak-anak yang mengamen di jalanan. “Lihat mereka, mereka mengemis mencari uang. Untuk makan saja mereka harus bersusah payah apa lagi untuk biaya sekolah.” Jelas ibunya lagi.

Kemudian Dicky sadar dan akhirnya Ia mau berangkat sekolah meskipun agak terlambat. Dia diantar ibunya sampai ke sekolah. Di dalam perjalanan menuju sekolah dia melihat anak sekolah yang berjalan pincang.

“Alangkah beruntungnya aku, masih memiliki fisik yang sempurna tapi bermalasan-malasan untuk sekolah. Sedangkan mereka yang cacat saja bisa semangat seperti itu.” Gumamnya dalam hati.

Artikel lainnya :