Contoh Tinjauan Pustaka

Posted on
Contoh Tinjauan Pustaka

Contoh Tinjauan Pustaka – Halo sobat materibelajar.co.id kembali lagi bersama kami yang dimana kali ini kami akan memabahas tentang pelajaran Bahasa Indonesia yang bertemakan Contoh Tinjauan Pustaka untuk lebih jelasnya maka simaklah penjelasan dibawah ini.

Pengertian Tinjauan Pustaka

Apa yang dimaksud dari tinjauan pustaka atau yang biasanya dikenal juga dengan literature? yaitu sebuah bagian yang sangat penting atas suatu proposal ataupun sebuah laporan dari pada hasil penelitian, sebab di bab ini pula mengungkapkan sebuah pemikiran ataupun berbagai teori yang adalah sebagai sebuah ladasan dari apa yang dilakukannya penelitian.

Di Tinjauan pustaka ini dapat saja dimakanai sebagai sebuah aktivitas yang meliputi sebuah pencarian, lalu membaca serta menelaah bermacam-macam laporan dari pada hasil suatu penelitian serta memuat berbagai macam teori yang begitu relevan sama penelitian yang segera dilakukan.

Membuat Tinjauan Pustaka

Sangatlah mudah untuk membuat sebuah bagian pada tinjauan pustaka didalam dokumen. Selama kalian mengetahui inti dari masalah yang harus disampaikan, sehingganya yang nantinya kalian bisa yakin bahwa sanya seseorang bisa dengan mudah mengedit pada bagian tinjauan literatur.

Membuat Outline

Di saat membuat skema, kalian bisa saja mencari konten pada bagian tertulis dari pada dokumen yang isinya pertanyaan umum ataupun opini publik soal topik yang terkait.

Contohnya, disaat menulis dokumen yang sudah menggambarkan sebuah efek narkoba pada sejumlah anak-anak, kata-kata “narkoba” serta “anak-anak” harus menjadi sebuah bagian umum yang juga harus dimuat pada tinjauan pustaka.

Menyusun dengan Bahasa Sendiri

Supaya nantinya tak dicap sebagai seseorang plagiarisme yang dimana dianggap sudah mengambil hasil dari pada suatu karya orang lain, maka begitu pentingnya bagi seseorang untuk meninjau suatu literatur dengan cara menulis ulang bahasa serta kata-kata yang sudah ditemukan didalam pencarian literatur.

Melihat Umum Bagian Judul

Bagi ikhtisar literatur yang sangat mudah dikompilasi, lihat pada bagian umum dari pada judul.

Bagian yang ini tentu saja “dalam judul” hal-hal yang bisa saja didefinisikan dengan teoritis serta luas, contohnya dari beberapa saja kata-kata”Pertanian, kelapa sawit, korupsi, asam basa serta lainnya”.

Apabila metode membuat sebuah tinjauan literatur ini dilaksanakan dengan cara bertahap, bisa saja dilihat bahwa sanya bagian ini bisa dengan mudah untuk dikerjakan. Dikarenakan bagian ini tak bisa diragukan lagi eksistensi yang tak terlalu sulit tetapi begitu penting.

Mencari Literatur

Kemudian Prosesi yang selanjutnya yang bisa dilakukan agar melakukan pencarian studi yaitu dengan cara untuk menentukan literatur.

Upaya ini bisa saja dilakukan, contohnya saja, dengan cara kita mengunjungi sebuah perpustakaan ataupun membaca sebuah jurnal internasional. Sehingganya apa yang ditulis dapat dijelaskan nanti.

Manfaat Tinjauan Pustaka

  • Menjelaskan variabel yang mustinya dipertimbangkan kepada peneliti agar apa yang menjadi sebuah tujuan dari pada studi dapat tercapai.
  • Mempunyai manfaat sebagai sebuah pembatas dari suatu penelitian yang dilakukan menggunakan cara menunjukkan variabel yang sangat relevan serta tidak relevan.
  • Ini merupakan suatu referensi kepada para peneliti didalam interpretasi data yang sudah ditumpuk serta kemudian di satukan didalam penelitian.
  • Memberikan alasan yang mengapa peneliti menyimpulkan hasil dari penelitian yang sesuai dengan dari tujuan penelitian atau objektif.

Contoh Tinjauan Pustaka

Di bawah ini ada beberapa contoh yang dapat dijadikan acuan didalam menyusun ataupun membuat tinjauan pustaka. Berikut ini adalah penjelasannya.

Contoh Tinjauan Pustaka Skripsi

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI

Radikalisme Islam

Secara bersamaan tumbuhnya berbagai macam gerakan yang sudah mengatas namakan suatu keagamaan yang sidfatnya radikal kini menjadi suatu fenomena sangat penting yang pula kerap membuat cacat pada perkembangan dari sejumlah agama yang terdapat di dalam dunia ini.

Terutama di agama Islam sebab dibelakangan ini banyak sekali menjadi objek sehingganya banyak sekali yang mengecap sebagai salah satu dari agama yang sudah tergolong yakni salah satu agama yang garis keras dari sejumlah bangsa barat yang khususnya Amerika Serikat.

Dengan lebel seperti itu sehingganya munculnya berbagai macam sebutan Islam yang dikemukakan oleh berbagai macam bangsa serta kelompok, misalnya saja “Islam Revivalis” ataupun seperti“Islam Funamentalis” sehingganya dengan adanya sebutan seperti itu.

Sehingganya dengan adanya sebutan seperti itu dan menjadikan sebuah hal yang seperti itu menegangkan disebabkan yang terdapat di dalamnya itu penuh dengan berbagai macam hal yang sangat buruk, pastinya istilah itu akan berarti begitu proaktif sebab itu menggambarkan sebuah hal yang buruk serta menyudutkan berbagai macam kelompok Islam yang telah ada.

Sedangkan Istilah Islam itu radikal oleh Jamri serta Jajang Jahroni (2004) merupakan sebuah kelompok yang memiliki keyakinan ideologis yang bisa dipertahankan , yang ada pada aktivitasnya yang kerap sekali memakai berbagai macam aksi yang bersifat anarkis.

Dan aksi seperti itu lah berlaku terutama di setiap serangkaian aktivitas pada anggota lain yang sudah dianggap mereka berlawanan dengan prinsip serta apa yang sudah menjadi keyakinan dari meraka.

Sehingga telah sangatlah wajar apabila berbagai macam praktek kekerasan yang sudah dilakukan oleh sebuah sekumpulan Islam yang tertentu dengan memakai suatu simbol dari agama yang telah ditunggangi oleh berbagai macam kelompok dari orang barat.

Dan semua Islam yang sangat radikal sendiri dengan memakai berbagai macam media massa yang sudah dijadikan sebagai suatu alat didalam mengendalikan suatu wacana peradaban serta penerapan sebuah idiologi.

Contoh Tinjauan Pustaka Penelitian

“Persionalisasi di Lembaga Pemasyarakatan”.

TINJAUAN PUSTAKA PENELITIAN

Disaat akan melakukan sebuah penelitian maka hal yang sangat utama yang harus dibutuhkan yakni suatu dukungan dari pada setiap hasil dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya memang sudah terdapat serta saling berkaitan dengan hasil penelitian tersebut.

Dengan berdasarkan dari hasil penelitian rizaluldin pada tahun (1995) yang menurutnya telah sangat banyak ditemukanya suatu sistem persionalisasi yang ada di sebuah lembaga pemasyarakatan yang terdapat di Indonesia .

Dikarenakan pada umumnya sistem pemasyarakatan yang ada di Indonesia masih baru didalam suatu tahapan didalam rancangan perubahan diatas namanya dari yang pada awalnya iyalah sistem kepenjaraan tahanan yang kemudian diubah menjadi sebuah sistem pemsyarakatan.

Tapi pada semua praktek didalam pelaksanaanya masih tetap saja berada disistem kepenjaraan, yang sudah disebabkan dengan adanya berbagai macam keterbatasan, misalnya saja adanya undang-undang, didalam sarana serta prasarana dan lain sebagainya.

Sehingganya dengan begitu upaya didalam penuntasan sebuah persionalisasi yang harus sesegera mungkin itu dilakukan.

Serta menurut hasil penelitian Rangga M. Simatupang tahun 2015 yang dimana berdasarkan iatas jurnalnya yang memiliki judul yaitu “Sanksi Hukum yang sudah diperuntukan bagi Anak yang di Bawah Umur yang berdasarkan Sistem Hukum yang sudah berlaku Indonesia

Dimana dia mengungkapkan bahwa sanya mengenai sistem kenjaraan yang terdapat serta persionalisasi kepada anak yang masih begitu kerap ditemui di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia.

Sehingganya kemudian dapat menjadi suatu pengaruh kepada pola kehidupan serta cap atau lebel masyarakat yang mengenai seseorang anak-anak yang telah berhasil keluar dari sebuah penjara yakni seorang yang memiliki suatu prilaku yang sangat buruk.

Sehingganya dengan begitu persionalisasi yang ada di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan yang harus sesegera mungkin supaya dapat di atasi supaya dapat dijadikan sebagai sebuah persiapan sentral yang nantinya itu menghadapi bonus yang demografi di negara Indonesia.

Contoh Tinjauan Pustaka Penelitian

Contoh yang satu ini menyangkut sebuah penelitian dengan berjudul “personalisasi di dalam suatu lembaga pemasyarakatan”. Oleh karena itu, hal-hal yang mestinya disampaikan dengan otomatis pada bagian studi literatur ini yakni sebagai berikut:

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA PENELITIAN

Didalam tekad, kalian juga harus mendukung hasil dari pada tekad yang sudah terdapat sebelumnya terkait dengan tekad tersebut.

Dari sebuah penelitian Eddy Rifai tahun 1995, banyak sekali sistem nasionalisasi yang sudah ditemukan pada lembaga pemasyarakatan di Indonesia dikaenakan dasarnya sistem korektif yang ada di Indonesia.

Hanya ditahap mengubah namanya dari sebuah sistem penjara kepada sistem penjara, tapi praktik implementasi itu masih ada didalam sistem penjara dikarenakan berbagai macam keterbatasan, seperti undang-undang, struktur serta infrastruktur dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, penyelesaian dari segala upaya nasionalisasi yang harus sesegera mungkin dilakukan.

Sementara penelitian dari Mansila M. Moniaga tahun 2015 dari majalahnya yang judulnya “Sanksi hukum terhadap anak yang di bawah umur sesuai dengan sistem hukum Indonesia dan hasil kejahatan penjara”.

Dia mengungkapkan sebuah sistem kesetaraan serta nasionalisasi anak-anak yang sering sekali ditemukan pada penjara Indonesia sehingganya yang diakhirnya akan mempengaruhi pada pola hidup masyarakat serta etika ataupun etiket dianak-anak yang sudah dibebaskan dari sebuah penjara sebagai seorang anak berperilaku yang tidak benar.

Oleh karena itu, nasionalisasi disaat ini pada penjara yang harus segera diatasi sebagai sebuah persiapan yang sentral agar mengelola bonus demografi yang ada di Indonesia.

Contoh Tinjauan Pustaka Karya Ilmiah

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA KARYA ILMIAH

Diskusi

Yang dimana berdasarkan istilah dari bahasa pada diskusi yang awalnya yang dimana awal kata yakni “discuture” yang maknanya sebuah kondisi. Didalam hal ini rasanya begitu jelas pada cara yang akan dilakukan merupakan dengan melalui sebuah pemecahan ataupun menguraikan.

Berdasarkan dari pendapat Busyiruddin Uswan tahun 2002, yang mengenai arti dari sebuah diskusi merupakan suatu proses yang dapat saja melibatkan diantara dua individu ataupun bahkan lebih, yang dimana dapat saling ber integrasi secara verbal serta saling bertukar pandangan, serta bertukar informasi, lalu dapat mempertahankan sebuah pendapat yang sangat lah mutlak.

Hal itu sebagai sebuah upaya untuk dapat memecahkan berbagai macam masalah tertentu atau problem solving yaitu dapat dengan cara jalan yang rasional serta objektif.

Sehingganya dengan upaya itu akan bisa menumbuhkan sebuah wacana dikusi untuk semua generasi muda yang dimana hal itu sangatlah penting agar dilakukan yang tujuannya agar bisa membentuk sebuah sikap yang kritis serta dapat sangat peka didalam menelaah kepada fenomena sosial yang terdapat.

Tapi disamping itu pula iyalah suatu upaya didalam meningkatkan adanya suatu diskusi yang mengintegrasikan didalam bentuk kebersamaan supaya bisa mempertajam sebuah ilmu pengetahuan.

Sebab menurut dari Kusumah Indra tahun 2007 sudah mengungkakan bahwa sanya akal kolektif jauh lebih kuat apabila itu dibandingkan dengan akal seorang individual.

Selesai sudah pembahas kali ini semoga dapat membantu kalian semua dan terimakasih sudha berkunjung dan menyimak artikel ini sampai akhir .

Baca Juga Lainnya: