Gaya Kepemimpinan

Posted on

Gaya Kepemimpinan – Halo sobat materibelajar.co.id kembali lagi bersama kami yang dimana pada kali ini kami akan memabahas tentang pelajaran Bahasa Indonesia yang bertemakan Gaya Kepemimpinan untuk lebih jelas dan lengkapnya maka simaklah artikel ini sampai akhir.

Setiap orang memiliki suatu gaya didalam kepemimpinan yang jauh berbeda. Keberhasilan ataupun kegagalan didalam sebuah perusahaan sangat bergantung difaktor-faktor ini.

Pengaruh dari gaya kepemimpinan didalam suatu kinerja dari karyawan yaitu cukup besar, bisa membuat kinerja mereka jauh lebih antusias ataupun bahkan bisa melonggarkan.

Pengertian Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan ialah kekuatan ataupun kemampuan didalam diri seseorang yang memengaruhi orang lain didalam hubungannya dengan pekerjaannya, dengan tujuan untuk mencapai tujuan suatu organisasi itu.

Sedangkan pengertian dari seorang pemimpin ialah seseorang yang mendapat suatu kepercayaan diri sebagai seorang ketua (leader) didalam sistem disuatu perusahaan ataupun organisasi.

Tujuan Kepemimpinan Dalam Organisasi

jenis gaya kepemimpinan

Sesudah memahami dengan adanya suatu konsep didalam kepemimpinan, secara alami pula perlu mengetahui tujuan dari kepemimpinan. Adapun tujuan dari pada kepemimpinan yang diantaranya adalah :

1. Sarana untuk Mencapai Tujuan

Kepemimpinan ialah sarana sangat penting mencapai tujuan. Dengan melihat yang bertujuan tercapai ataupun tidak, serta bagaimana tujuan ini dapat tercapai, kita bisa mengenali semangat dalam membimbing seseorang.

2. Memotivasi Orang Lain

Bisa membantu orang lain agar mempertahankan, termotivasi, serta meningkatkan motivasi mereka didalam diri mereka sendiri. Dengan kata lain, seseorang pemimpin yang sangat baik ialah pemimpin yang bisa memotivasi didalam bawahan ataupun pengikut agar mencapai suatu tujuan yang sudah diinginkan.

Macam Macam Gaya Kepemimpinan

gaya kepemimpinan dalam perusahaan

Didalam artikel ini kita juga akan membahas tentang gaya-gaya kepemimpinan yang biasa dipakai pimpinan baik itu didalam kepemimpinan organisasi atau perusahaan.

1. Gaya Demokratis

Menurut seorang Sudarwan Danim, Kepemimpinan demokratis ialah kepemimpinan yan sudah dilandasi oleh anggapan bahwa sanya dikarenakan interaksi kelompok yang sangat dinamis, tujuan dari organisasi yang akan tercapai.

Gaya kepemimpinan yang demokratis ialah gaya kepimpinan yang dimana anggota organisasi diberikan sebuah kebebasan didalam mengutarakan pendapat, ide atau gagasan. Pemimpin yang menekankan kesederajatan serta sering melakukan sebuah interaksi, konsultasi ataupun musyawarah dengan bawahan yang sebelum mengambil sebuah keputusan.

Gaya yang demokratis ialah salah satu gaya yang sangat disukai dikarenakan bisa mendorong kompetensi, kreativitas, kejujuran, kecerdasan serta keberanian berpendapat dari bawahan- bawahannya.

2. GayaInstruktif

Gaya instruktif ialah gaya yang sudah menekankan instruksi ataupun pengarahan langsung dari pada atasan dengan bawahan. Yang biasanya sifat instruksi ataupun pengarahan itu sendiri begitu spesifik. Seperti apakah tugas yang harusnya dilakukan, dan bagaimana sampai kapan itu harus dilakukan.

Seorang atasan yang sudah menerapkan gaya instruktif yang akan memberikan pengawasan untuk jauh lebih kepada bawahan ataupun anak buah yang baru saja bekerja. Selain itu juga kepemimpinan instruktif ini juga mempunyai kadar direktif yang sangat relatif tinggi.

Kadar supportifnya pula rendah sehingganya dianggap tak efektif untuk menggali sebuah potensi sdm bawahan. Bahkan juga gaya yang satu ini dapat membuat kualitas pegawai jauh lebih rendah.

3. Gaya Birokratis

Gaya birokratis ialah gaya memimpin yang sudah mengacu diperaturan. Tanda-tanda yang sangat mudah dikenali dari pada seseorang pemimpin yang sudah menerapkan gaya birokratis ialah perilaku taat prosedur.

Ketaatan ini tak hanya berlaku bagi dirinya sebagai seorang atasan tapi juga bagi bawahan yang ada didalam kepemimpinannya. Selain juga taat prosedur, atasan gaya birokratis ini pula jauh lebih banyak mengambil keputusan dari sesuai prosedur, lebih kaku serta tidak fleksibel.

Karakteristik yang bisa dikenali bisa gaya birokratif ialah adanya keputusan yang sudah berpusat kepada atasan. Biasanya semua dari keputusan yang sudah dibuat serta berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditentukan atasan.

4. Gaya Konsultatif

Didalam beberapa pembahasan, gaya konsultatif ini menjadi beberapa bagian tidak terpisahkan dari gaya partisipatif. Pasalnya gaya partisipatif  menghendaki adanya sebuah peran aktif dari bawahannya untuk mendukung atasannya.

Keterlibatan bawahan didalam hal ini anak buah begitu besar didalam proses pengambilan keputusan sampai apapun yang sudah ditentukan oleh atasan. Tapi penerapan gaya konsultatif ini lebih pada atasan yang sudah meminta pendapat bawahan diatas keputusan yang segera diambil.

5. Gaya Otokratis atau Otoriter

Apabila gaya demokratis yang berpusat di bawahan ataupun anak buah, Maka gaya otokratis ialah sebaliknya.

Gaya otokrasi ialah gaya yang memusatkan diri kepada atasan. seluruh keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan dari pemimpin itu sendiri. Sementara bawahan itu dituntut agar menjalankan keputusan tersebut baik itu suka maupun tidak suka.

Peran bawahan didalam pengambilan keputusan terbatas ataupun bahkan tidak ada. Atasan yang akan menentukan lewat komunikasi yang satu arah, apa yang seharusnya kita lakukan, bagaimana caranya, kapan saja waktunya sampai seperti apakah tugas dikerjakan.

6. Gaya Delegatif

Sesuai dari namanya, gaya delegatif ialah gaya kepemimpinan yang sudah dipenuhi dengan tindakan dari atasan yang jauh lebih banyak menyerahkan sebuah keputusan pada bawahan. Biasanya atasan pula sangat jarang untul memberi arahan pada anak buah.

Tujuan dari gaya kepemimpinan ini ialah untuk melatih bawahannya di dalam menyelesaikan sebuah persoalannya sendiri didalam suatu organisasi sampai perusahaan tanpa harus untuk melibatkan peran atasan jauh lebih banyak.

Banyak atasan memakai gaya kepemimpinan yang satu ini tak hanya didalam rangka membuat sebuah operasional perusahaan yang berjalan secara baik. Tapi banyak sekali atasan untuk mempertimbangkan untuk memakai gaya kepemimpinan ini didalam rangka memaksimal dengan potensi bawahan.

Dalam gaya kepemimpinan ini, bawahan jauh lebih banyak dituntut agar mempunyai kemampuan jauh lebih baik disaat bekerja, mengajukan sebuah ide-ide kreatif sampai motivasi tinggi.

7. Model Partisipatif

Gaya partisipatif sebetulnya ialah nama lain dari pada gaya demokratis. gaya partisipatif dari menuntut peran aktif ataupun partisipasi bawahan  didalam mengambil keputusan. Dikarenakan itu setiap kali keputusannya, atasan tak akan mengambil keputusan dengan sepihak.

Mengingat pentingnya sebuah peran bawahan ataupun anggota didalam kepemimpinan partisipatif, perwujudan dari kepemimpinan ini dapat membuat atasan itu harus jauh lebih proaktif. Mendekati bawahan serta memastikan langsung yang mengenai tanggapan karyawan kepada keputusan yang sudah diambilnya.

8. Gaya Situasional

Gaya situasional ialah gaya yang memimpin yang memakai berbagai macam dari gaya kepemimpinan yang berbeda-beda yang sudah disesuaikan dari tingkat kesiapan bawahan ataupun pegawai serta kondisi yang sudah ada.

Seseorang atasan yang sudah menerapkan gaya situasional ini sangat cenderung menyadari apabila tidak terdapat acuan baku gaya kepemimpinan yang terbaik. Atasan yang sangat sukses dan cenderung menerapkan sebuah gaya kepemimpinan yang sangat fleksibel.

Meski cenderung itu berubah-ubah sesuai dari kondisi anggota ataupun anak buah, tapi biasanya atasan dengan gaya kepemimpinan ini mempunyai beberapa karakter yang bisa dibaca. Setidaknya terdapat beberapa karakter ataupun gaya yang selalu digunakan seseorang atasan yang mengadopsi sebuah kepemimpinan situasional.

Diantaranya telling directing ataupun jauh lebih banyak memberitahu, menunjukkan serta memimpin pula menetapkan. Selain itu pula atasan juga jauh lebih banyak lagi selling coaching ataupun menjual, menjelaskan sekaligus untuk memperjelas serta membujuk.

Selesai sudah pembahas kali ini tentang Gaya Kepemimpinan semoga dapat membantu kalian semuanya dalam mempelajari pelajaran Bahasa Indonesia dan terimakasih kamu sudah berkunjung dan menyimak artikel ini sampai akhir .

Baca Juga Lainnya: