Gerak Refleks – Mekanisme, Pengertian, dan Proses Terjadinya

Posted on

Gerak Refleks – Apa itu gerak refleks? Berikut ini materi makalah pengertian, mekanisme, dan proses terjadinya gerak refleks. Simaklah penjelasan nya di bawah ini.

Pengertian Gerak Refleks

Gerak Refleks
Gerak Refleks

Refleks adalah respons otomatis terhadap stimulus tertentu yang menjalar pada rute yangdisebut lengkung refleks. Sebagian besar proses tubuh involunter (misalnya, denyut jantung, pernapasan, aktivitas pencernaan, dan pengaturan suhu) dan respons somatis (misalnya, sentakan akibat suatu stimulus nyeri atau sentakan pada lutut) merupakan kerja refleks.

Mekanisme Gerak Refleks

Mekanisme gerak refleks merupakan suatu gerakan yang akan terjadi secara tiba-tiba diluar kesadaran kita. Refleks fleksor, penarikan kembali tangan secara refleks dari rangsangan yang sangat berbahaya, merupakan suatu reaksi perlindungan.

Refleks ekstensor dalam bahasa lain disebut polisinaps adalah rangsangan dari reseptor perifer yang akan dimuali dari fleksi pada anggota badan yang yang juga berkaitan dengan adanya ekstensi anggota badan.

Gerak refleks merupakan suatu bagian dari mekanisme pertahanan tubuh atau juga terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar.yang Misalnya, menutup mata pada saat akan terkena debu. Untuk dapat terjadinya gerak refleks maka dibutuhkan struktur sebagai berikut yaitu: organ sensorik yang banyak menerima impuls contohnya kulit.

Adapun serabut saraf sensorik itu yang akan menghantarkan impuls tersebut menuju sel-sel ganglion radiks posterior dan lalu selanjutnya serabut sel-sel akan melanjutkan impuls-impuls yang akan menuju substansi pada kornu posterior medulla spinalis.

Baca Juga :  Pengertian Reboisasi, Manfaat, Tujuan, dan Fungsi Lengkap

Sumsum tulang belakang akan menghubungkan antara impuls menuju kornu anterior medulla spinalis. Sel saraf akan menerima impuls atau dapat mengahntar impuls-impuls ini melewati serabut motorik. Organ motorik akan melaksanakan rangsangan karena dirangsang oleh impuls saraf motorik.

Tubuh kita mempunyai bagian tubuh yang akan berfungsi sebagai penerima rangsang, yakni alat indera. Bagian tubuh ini sering juga reseptor. Reseptor ini juga mempunyai syaraf-syaraf khusus yang bisa mendeteksi rangsangan yang tertentu. contohya:rangsang cahaya pada mata , rangsang sentuhan, suhu, gesekan, rasa sakit pada kulit ,bau pada hidung,ada rasa pada lidah , suara pada kuping.

Setelah itu syaraf-syaraf yang akan disebut neuron reseptor ini akan mengirimkan sinyal listrik menuju otak. lalu Informasi ini akan diolah sesuai dengan kehendak kita.lalu Kemudian otak yang akan mengirim respon menuju organ yang disebut efektor.

Efektor meliputii yaitu : otot, kelenjar, dll. Adapun respon yang akan dikirim otak ini ada yang akan dikirim secara otomatis, ada pula yang hanya dikirim bila kita menghendakinya.

Jenis Gerak Refleks

A. Jenis gerak refleks akibat adanya otot rangka yang bergerak

  • Fleksor
  • Ekstensor
  • Alat gerak
  • Statokinetik.

B. Jenis gerak refleks yang melibatkan fungsi organ internal

  • Pencernaan
  • Jantung
  • Ekskresi
  • Sekresi

C. Jenis gerak refleks berdasarkan tingkat kompleksitas neuron (saraf)

Refleks monosynaptic atau monosegmental, yang hanya banyak melibatkan satu segmen dari sistem saraf pusat, Refleks multisynaptic (atau intersegmental) , yang akan melibatkan lebih dari satu segmen dari sistem saraf pusat, Refleks monosynaptic juga berarti hanya ada satu neuron yang akan terlibat setiap jalan di jalan ke sumsum tulang belakang (disebut aferen atau neuron sensorik) atau satu dari sumsum tulang belakang (disebut eferen atau juga neuron motorik). misalnya dari refleks monosynaptic merupakan patela (knee jerk) refleks.

Baca Juga :  Macam-Macam Bentuk Permukaan Bumi [Terlengkap]

Proses Terjadinya Gerak Refleks

Proses Gerak Refleks
Proses Gerak Refleks

Gerak refleks merupakan suatu gerak yang tidak akan disadari. Hantaran impuls pada gerak refleks mirip seperti pada gerak biasa.yang Bedanya, impuls pada gerak refleks tidak akan melalui pengolahan oleh pusat saraf.

Neuron ada di otak hanya yang berperan sebagai konektor saja. Ada 2 macam neuron konektor, yakni neuron konektor di otak atau juga di sumsum tulang belakang.misalnya gerak refleks yang akan melalui neuron konektor otak, yakni mata mengecilbsaat yang akan terkena cahaya yang terang.

Misalnya gerak refleks yang melalui neuron konektor sumsum tulang belakang, yaitu kaki akan terangkat saat lutut dipukul. Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks secara skematis sebagai berikut yaitu:

  • Rangsang
  • Reseptor
  • Neuron sensorik
  • Konektor (otak/sumsum tulang belakang)
  • Neuron motorik
  • Efektor

Demikianlah pembahasan kami mengenai materi Mekanisme Reflek, Semoga bermanfaat untuk anda.

Artikel Lain :

Gerak Refleks – Mekanisme, Pengertian, dan Proses Terjadinya
4.7 (94%) 10 vote[s]