Kata Bilangan – Pengertian, Jenis-Jenis Dan Contoh [ Lengkap ]

Posted on

Kata Bilangan – Apa itu Kata Bilangan? Kata Bilang adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan. Nah, Kali ini kami akan mengulasnya secara lengkap mulai dari Pengertian, Jenis-Jenis Dan Contoh Kata Bialngan ( Nurmeralia ). Jadi, Simaklah ulasannya di bawah ini.

Pengertian Kata Bilangan

Kata bilangan atau Numeralia adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan. Terdapat dua jenis kata bilangan yaitu kata bilangan tentu (takrif) dan bilangan tak tentu (tidak takrif). Selain itu, ada juga kata bantu bilangan yang sudah umum digunakan.

Jenis-Jenis & Contoh Kata Bilangan (Numeralia)

A.Kata Bilangan Tentu (Takrif)

Kata bilangan tentu atau takrif adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah. Kata bilangan tentu ini dibagi menjadi dua yaitu kata bilangan utama dan kata bilangan tingkat.

1. Kata Bilangan Utama

Kata bilangan utama adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah angka. Kata bilangan utama dibagi menjadi 3 yaitu kata bilangan penuh, kata bilangan pecahan, dan kata bilangan gugus atau pengelompokan bilangan.

  • Kata Bilangan Penuh

Kata bilangan penuh adalah kata bilangan utama yang bisa berdiri sendiri tanpa tambahan kata lain.
Contoh kata bilangan penuh yakni Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima puluh ribu, Dua puluh lima ribu, Satu miliar, Lima triliun, Delapan jam, Tiga biji, Delapan buah, Tujuh kilogram, Lima detik dan lain-lain.

Kata bilangan penuh bisa dihubungkan langsung dengan kata satuan untuk waktu, uang, ukuran, berat, isi dan lain sebagainya. Berikut beberapa contoh kata bilangan penuh dalam kalimat:

  1. Satu atau dua anak wajib mewakili kelas dalam perlombaan balap karung dalam rangka perayaan 17 Agustus.
  2. Pemeriksaan kesehatan membutuhkan waktu selama dua jam untuk mengetahui hasilnya.
  3. Ibu membeli beras lima kilogram di kios.

  • Kata Bilangan Pecahan

Kata bilangan pecahan adalah kata bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut dan ditambahkan partikel per-. Contoh kata bilang pecahan diantaranya yaitu ½ = setengah/separuh, ¾ = tiga per empat, ¼ = seperempat, dan lain sebagainya.

Kata bilangan pecahan menyatakan pembagian dari bilangan yang utuh. Berikut beberapa contoh kata bilangan pecahan dalam kalimat, diantaranya seperti:

  1. Dila membeli seperempat kilogram gula di toko.
  2. Tiga per empat kue itu milik Dina.
  3. Sepertiga dari tanah itu adalah milik saudara jauh Ayah.
  4. Menjelang hari raya, harga seperempat bawang merah mencapai Rp.30.000.
  • Kata Bilangan Gugus

Kata bilangan gugus adalah kata yang digunakan untuk sekelompok jumlah satuan benda atau lainnya.
Contoh kata bilangan gugus yaitu 1 gros = 12 lusin, 1 lusin = 12 biji, 1 kodi = 20 biji, 1 minggu = 7 hari, 1 tahun = 12 bulan, 1 abad = 100 tahun, 1 windu = 8 tahun, dan lain sebagainya.

Kata bilangan gugus digunakan untuk menyatakan jumlah dalam satu kelompok atau sebutan kumpulan waktu. Berikut ini beberapa contoh kata bilangan gugus dalam kalimat, Diantaranya yaitu:

  1. Harga pakaian itu jauh lebih murah jika pembeliannya satu kodi.
  2. Dia sudah tidak bertemu Ayahnya selama 1 tahun.
  3. Manusia tertua di dunia memiliki usia hidup lebih dari satu abad.

2. Kata Bilangan Tingkat

Kata bilangan tingkat adalah kata yang melambangkan urutan jumlah atau tingkatan sesuatu. Kata bilangan tingkat memiliki struktur ke + numerik. Contoh kata bilangan bebertingkat seperti Kesatu, Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, Kesepuluh, Keseratus, Keseribu dan lain sebagainya.

Kata bilangan tingkat digunakan dalam menyatakan urutan orang, barang, tempat, atau lainnya yang menunjukkan posisi mulai dari teratas atau terbawah. Berikut beberapa contoh kata bilangan tingkat dalam kalimat diantaranya yaitu:

  1. Dini meraih peringkat ketiga di kelasnya.
  2. Keempat anak itu sangat nakal.
  3. Anak ketiganya menjadi orang sukses di perantauan.

B. Kata Bilangan Tidak Tentu

Kata bilangan tidak tentu atau tidak takrif adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah sesuatu yang relatif dan memiliki satuan yang tidak tentu.

Contoh kata bilangan tidak takrif diantaranya seperti: Banyak, Sedikit, Semua, Seluruh, Beberapa, Sebagian, Segenap, Suatu, Segala, dan lain sebagainya.

Kata bilangan tidak tentu digunakan untuk menyebutkan benda yang tidak bisa dihitung jumlahnya, Contohnya seperti gula, garam, air, beras, dan lainnya atau bisa juga ditujukan pada objek yang berjumlah banyak dan dengan menggeneralisasikan sebutan bagi objek tersebut menjadi satu kesatuan. Berikut beberapa contoh kata bilangan tak tentu dalam kalimat, diantaranya yaitu:

  1. Minum banyak air putih baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
  2. Berikan sedikit garam pada masakan itu agar rasanya tidak hambar.
  3. Semua pusat perbelanjaan ramai dikunjungi pada saat akhir pekan.
  4. Banjir menyapu seluruh tanaman yang ada di perkebunan itu.
  • Kata Bantu Bilangan

Kata bantu bilangan adalah kata pelengkap yang berfungsi membentuk satuan objek. Contoh kata bantu bilangan diantaranya seperti: Sebatang, Sehelai, Selembar, Sepotong, Sepucuk, Sebuah, Secarik

Kata bantu bilangan digunakan di awal kata benda yang memberikan arti kata satuan. Adapun Kata bantu bilangan memiliki struktur, Kata bantu bilangan + Kata benda. Berikut beberapa contoh kata batu bilangan dalam kalimat, diantaranya:

  1. Orang itu membaca koran sembari menghisap sebatang rokok.
  2. Indah menerima sepucuk surat dari kakak kelasnya
  3. Ia hanya sarapan dengan sepotong roti

 

Demikianlah materi kami mengenai KATA BILANGAN, Semoga bermanfaat…

Artikel Lainnya :