Metamorfosis Semut – Gambar, Proses, Siklus, Tahapan, & Penjelasannya

Posted on

Metamorfosis Semut – Semut adalah serangga yang memiliki bentuk yang kecil, Meskipun kecil, warnanya cukup rumit. Makhluk mungil ini mengalami banyak perubahan dan perkembangan selama masa hidupnya, dari telur hingga menjadi semut dewasa. Untuk lebih lengkapnya lagi simaklah pembahasan kami mengenai Materi Metamorfosis Semut, Gambar, Proses, Siklus, Tahapan, dan Penjelasannya di bawah ini.

Metamorfosis Semut

Definisi Semut

Semut adalah serangga yang memiliki bentuk yang kecil, Meskipun kecil, warnanya cukup rumit. Makhluk mungil ini mengalami banyak perubahan dan perkembangan selama masa hidupnya, dari telur hingga menjadi semut dewasa. Semut mengalami metamorfosi lengkap yang artinya semut mengalami metamorfosis sempurna karena memiliki 4 tahap yaitu di mulai telur, larva, pupa, dan dewasa. Yang mana ke-4 tahap ini bisa memakan waktu antara 6-10 minggu sampai selesai.

Jenis – Jenis Metamorfosis Hewan

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya mkiat mengetahui terlebih dahulu apa yang di maksud dengan Metamorfosis, lalu apa itu metamorfosis? Metamorfosis merupakan sebuah tahapan perkembangan yang terjadi pada hewan. Secara umum metamorfosis terbagi menjadi 2 jenis yakni metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Masing-masing dari jenisnya tersebut mempunyai ciri-ciri dan tahapan yang berbeda-beda. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis metamorfosis pada hewan beserta ciri-cirinya :

1. Metamorfosis Sempurna.

Secara umum karakteristik dari metamorfosis sempurna yaitu adalah hewan yang mengalami empat fase yaitu mulai dari ase telur, Nimfa, Pupa, sampai dengan Imago). Penting untuk diketahui bahwa biasanya metamorfosis sempurna ini ditandai dengan perubahan bentuk tubuh pada serangga dengan perbedaan yang cukup terlihat. Apabila dibandingkan dengan metamorfosis tidak sempurna, tahap yang harus dialami oleh hewan yang melakukan metamorfosis sempurna jauh lebih panjang atau bahkan ada yang memakan waktu yang sangat banyak.

Setelah telur menetas menjadi sebuah larva, maka ia akan lebih banyak mengonsumsi makanan dibandingkan fase yang sebelumnya. Banyaknya makanan yang dikonsumsi tersebut akan berguna pada fase berikutnya yaitu fase pupa atau kepompong. Perlu diketahui bahwa pada fase ini hewan akan cenderung tidak makan dalam jangka waktu yang cukup lama. Setelah tahap atau proses pupa berjalan sempurna, langkah selanjutnya adalah fase imago atau individu dewasa. Beberapa ciri-ciri dari hewan yang mengalami metamorfosis sempurna seperti:

  • Terdapat perbedaan bentuk yang sangat signifikan antara fase pupa dengan fase Imago.
  • Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna pasti akan merasakan di fase pupa dan juga kepompong.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna atau biasa dikenal dengan istilah hemimetabola. Karakteristik utama dari jenis metamorfosis tidak sempurna ini yaitu ialah adanya perubahan bentuk tubuh pada fase nimfa dan fase imago. Biasanya pada fase imago tanda-tanda sudah tidak terlihat terlalu mencolok. Meskipun tidak sempurna hewan yang mengalami metamorfosis ini juga akan mengalami fase pupa/kepompong.

Jika diidentifikasi dari karakteristiknya metamorfosis tidak sempurna ini dapat disebut sebagai proses pertumbuhan pada hewan-hewan yang berbeda. Proses pertumbuhan hewan di sini tidak terjadi perubahan bentuk secara signifikan. Berikut ini merupakan ciri yang terjadi pada tahapan metamorfosis tidak sempurna, yaitu sebagai berikut :

  • Terjadi perubahan bentuk tubuh hewan terjadi pada fase nimfa. Pada fase imago ini hewan cenderung tidak terlalu mencolok hanya saja ada sedikit perbedaan
  • Tidak mengalami fase pupa atau kepompong.

Metamorfosis Semut

Metamorfosis semut

Berikut ini adalah siklus hidup semut, semut adalah hewan yang bermetamorfosis sempurna karena termasuk kedalam ciri-ciri hewan yang bermetamorfosis sempurna seperti yang di jelaskan di atas semut melalui 4 tahap yaitu mulai dari fase telur, fase larva, fase pupa, dan akhirnya menjadi semut dewasa (Imago). Adapun penjelasan dari ke-4 tahap tersebut sebagai berikut :

1. Fase Telur

Kehidupan semut dimulai dari telur. Apabila sel telur dibuahi, progeni akan diploid betina, namun jika tidak, itu akan menjadi haploid pria.

2. Fase Larva

Setelah melalui fase telur selanjutnya ke fase larva, Telur kecil menetas menjadi larva berbentuk cacing tanpa mata dan juga tanpa kaki. Larva semut sebagian besar tidak bergerak dan diberi makan serta dirawat oleh semut pekerja. Makanan diberikan pada larva oleh trophallaxis, sebuah proses yang unik di mana seekor semut memuntahkan makanan cair yang ada di temboloknya. Hal ini juga dilakukan oleh semut dewasa.
Larva, terutama pada tahap selanjutnya, mungkin juga diberikan makanan yang berbentuk padat, seperti telur trofik, potonfgan mangsa, dan benih yang dibawa oleh semut pekerja. Larva tumbuh melalui serangkaian 4 bahkan 5 tahap molting dan memasuki tahap pupal.

3. Pupa

Bilamana larva cukup besar, maka metamorfosis menjadi pupa. Pupa terlihat seperti dengan semut dewasa, yang memebedakan antena dan sayapnya dilipat ke tubuh mereka. Pada beberapa spesies, pupa tersebut diselubungi oleh kepompong yang ada di sekelilingnya untuk mendapat perlindungan. Pada spesies lain, pupa masih belum ditemukan. Selama masa ini, pupa berubah menjadi semut dewasa.

4. Semut Dewasa (Imago)

Setelah memalui tahap-tahap diatas, akhirnya, pupa itu muncul sebagai semut dewasa. Semut dewasa bisa menjadi salah satu dari tiga kasta : Ratu, Pekerja wanita atau laki-laki.
Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Metamorfosis Semut. Semoga bermanfaat.