Diksi : Jenis, Contoh, Fungsi dan Pendapat Para Ahli

Posted on

MateriBelajar.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang pengertian diksi secara umum dan menurut beberapa para ahli beserta menjelaskan tentang fungsi beserta macam-macam diksi, untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini

diksi
diksi

Pengertian Diksi

Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya guna mengungkapkan gagasan hingga didapat efek tertentu seperti yang diharapkan”

Dalam pembuatan karya sastra diksi mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :

  1. Membuat orang yang membaca atau mendengar karya sastra menjadi paham mengenai apa yang ingin disampaikan pengarang.
  2. Membuat komunikasi jadi lebih efektif.
  3. Melambangkan ekspresi yang ada pada gagasan secara verbal yang tertulis atau pun terucap
  4. Membentuk ekspresi atau gagasan yang tepat hingga bisa menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.

Macam-macam diksi

Berikut adalah macam-maacam diksi beserta pengertian dan contohnya

Sinonim
Sinonim adalah pilihan kata yang mempunyai persamaan makna. Penggunaan kata sinonim umumnya dimaksudkan untuk membuat apa yang dikatakan atau dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang diungkapkan.

Contohnya : mampus ( untuk ekspresi pengungkapan yang kasar) dan wafat ( untuk ekspresi pengungkapan yang lebih halus).

Antonim
Antonim adalah pilihan kata yang mempunyai makna berlawanan atau pun berbeda. Contoh kata antonim adalah besar dan juga kecil.

Polisemi
Polisemi adlah frasa kata yang mempunyai banyak makna. Misalnya kata kepala yang bisa bermakna bagian tubuh yang ada di atas leher, atau bisa juga bermakna bagian yang terletak di sebelah atas atau pun depan.

Homograf
Homograf adalah kata – kata yang memiliki tulisan sama namun memiliki arti serta bunyi yang berbeda.

Homofon
Homofon yaitu kata – kata yang mempunyai bunyi yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.

Homonim
Homonim yaitu kata – kata yang mempunyai ejaan yang sama namun makna dan bunyinya berbeda. Contoh Asep (nama orang) dan asep (asap). Sama fonem sama bunyinya taoi berbeda artinya

Hiponim
Hiponim yaitu kata yang maknanya telah tercakup dalam kata lainnya. Contohnya kata salmon yang sudah termasuk ke dalam makna kata ikan.

Hipernim
Hipernim yaitu kata yang sudah mencakup makna kata lain. Contohnya ada pada kata sempurna yang sudah mencakup kata baik, bagus, dan juga beberapa kata lainnya.

Contoh

1. Sinonim

  • Bahagia (Senang)
  • Matahari (Mentari)
  • Cantik (Elok)
  • Lezat (Enak)
  • Pintar (Pandai)

2. Antonim

  1. Naik menjadi Turun
  2. Besar menjadi Kecil
  3. Banyak menjadi Sedikit
  4. Tinggi menjadi Rendah
  5. Gelap menjadi Terang
  6. Cepat menjadi Lambat
  7. Bagus menjadi Jelek
  8. Mahal menjadi Murah

3. Homonim

Bulan itu terlihat bulat secara penuh malam ini
Semua karyawan mendapatkan gajinya disetiap bulan

Kata bulan pada kedua kalimat itu memiliki arti yang berbeda walaupun ejaan serta lafalnya sama.

4. Homofon

Anton menabung sejumlah uangnya di Bank
Bang Anton bekerja di perusahaan rokok

Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas mempunyai lafal yang sama, tetapi ejaan dan maknanya berbeda.

5. Homograf

Makanan favorit wanita itu yaitu tahu goreng
Wanita itu tak tahu kalau hari ini adalah libur

Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi mempunyai arti yang berbeda.

6. Polisemi

Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapatkan bunga pada setiap bulan
Andini merupakan salah satu bunga desa yang cantik

Kata “Bunga” pada kalimat di atas mempunyai arti yang berbeda walaupun menggunakan kata sama.

7. Hipernim dan Hiponim

Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Kalimat di atas, binatang liar adalah hipernim. Sedangkan kata hiponim gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian diksi menurut beberapa para ahli:

1. Harimurti

Menurut Harimurti pengertian diksi yaitu merupakan pilihan kata dan kejelasan lafal untuk mendapat efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

2. Gorys Keraf

Menurut Gorys Keraf definisi diksi bisa dibagi menjadi dua pengertian, yaitu:

Diksi merupakan pilihan kata atau mengenai pengertian kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, penggungkapan yang tepat, serta gaya penyampaian kata yang baik sesuai situasi.
Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang disampaikan serta kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, serta nilai dari suatu rasa yang dipunyai kelompok masyarakat, pendengar, maupun pembaca.

3. Susilo Mansurudin

Menurut Susilo Mansurudin pengertian diksi yaitu pilihan kata. Pemakaian diksi yang tepat, cermat, dan benar bisa membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain merupakan tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

4. Widyamartaya

Menurut Widyamartaya definisi diksi yaitu kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat suatu nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan itu yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat serta pendengar atau pembaca.

5. Enre

Menurut Enre, pengertian diksi yaitu sebuah penggunaan kata yang sesuai mewakili pikiran dan juga perasaan yang ingin dinyatakan pad suatu pola untuk kalimat.

6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian diksi menurut KBBI yaitu merupakan pemilihan kata yang mempunyai makna tepat serta selaras dalam penggunannya mempunyai kecocokan dalam mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa dan khalayak pembaca ataupun pendengar pilihan kata.

Fungsi Diksi

Dengan mengacu pada pengertian diksi di atas, fungsi diksi yaitu agar pemilihan kata dan cara penyampaiannya bisa dilakukan dengan tepat hingga orang lain mampu mengerti maksud yang disampaikan.

Diksi juga berfungsi untuk memperindah kalimat. Misalnya diksi dalam suatu cerita, dengan diksi yang baik dan benar maka penyampaian cerita bisa dilakukan secara runtut, menjelaskan tokoh-tokoh, mendeskripsikan latar dan waktu, dan lain sebagainya.

Fungsi diksi secara umum

  1. Membantu audiens ataupun para pembaca mengerti apa yang disampaikan oleh penulis atau pembicara.
  2. Menciptakan aktivitas komunikasi yang efektif dan efisien.
  3. Menyampaikan gagasan / ide dengan tepat.
  4. Menjadi lambang ekspresi pada suatu gagasan.

Persyaratan dalam Ketepatan Diksi

Menurut Gorys Keraf, terdapat beberapa syarat pada ketepatan diksi, diantaranya:

  1. Pemakaian kata konotasi serta denotasi secara cermat.
  2. Pemakaian kata sinonim atau hampir sama maknanya secara cermat.
  3. Bisa membedakan kata-kata yang mempunyai ejaan yang mirip.
  4. Permakaian kata kerja pada kata depan harus secara idiomatis.
  5. Harus bisa membedakan kata khusus dan umum dalam tulisan atau pidato agar ketepatan diksi baik dan benar
  6. Memperhatikan pemilihan kata yang tepat secara berkelanjutan pada suatu tulisan maupun pidato.

Demikianlah pembahasan tentang artikel ini, Semoga bermanfaat

Artikel Lainya :