Makalah Narkoba, Narkotika dan Psikotropika : Jenis, Efek Pengertian dan Gambar

Posted on

MateriBelajar.Co.id Pada kali ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian narkoba, narkotika, psikotropika dan juga jenis lainya beserta efek dan pemanfaatan narkoba dan narkotika. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini

Narkoba

Pengertian Narkoba

“Narkotika adalah zat ataupun obat yang berasal dari tanaman dan bukan tanaman, sintetis maupun semi sintetis yang mampu menyebabkan penurunan juga perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan mampu menimbulkan ketergantungan.”

Golongan Narkoba

Narkotika digolongkan menjadi tiga macam golongan yang tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika yaitu :

Tanaman papaver, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium mentah, opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, ganja, dan damar ganja.
Garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, juga campuran-campuran dan sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Pengertian Psikotropika

Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif terhadap susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Golongan Psikotropika

Ada empat golongan psikotropika menurut undang-undang, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan pada dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini jika bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV yang sesuai Undang-Undang No. 5/1997.

Zat yang psikotropika antara lain:

  • Sedatin (Pil BK)
  • Rohypnol
  • Magadon
  • Valium
  • Mandrax
  • Amfetamine
  • Fensiklidin
  • Metakualon
  • Metifenidat
  • Fenobarbital
  • Flunitrazepam
  • Ekstasi
  • Shabu-shabu
  • LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide)
    dan sebagainya.

Bahan Adiktif Lainya

Bahan Adiktif berbahaya lainnya yaitu bahan alamiah, semi sintetis dan juga sintetis yang mampu dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang bisa mengganggu sistem saraf pusat, misalnya :

• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing berupa zat organik atau karbon yang bsa menghasilkan efek sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau juga obat anaestetik jika aromanya dihisap. Misalnya: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Macam-Macam Efek Narkoba

Berdasarkan efek yang ditimbulkan pada pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:

Halusinogen
yaitu efek dari narkoba mampu mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal ataupun benda yang sebenarnya tidak ada dan tidak nyata bila dikonsumsi pada sekian dosis tertentu. Misalnya : kokain & LSD.

Stimulan
efek dari narkoba yang mampu mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari pada biasanya hingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga dan cenderung membuatnya senang dan gembira sementara waktu.

Depresan
efek dari narkoba yang mampu menekan sistem saraf pusat dan juga mengurangi aktivitas fungsional tubuh, hingga pemakai merasa tenang dan bahkan tertidur dan tak sadarkan diri. Misalnya : putaw.

Adiktif
efek dari narkoba yang membuat kecanduan. Seseorang yang mengonsumsi narkoba umum nya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu di dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tak langsung narkoba memutuskan saraf dalam otak. Misalnya : ganja, heroin, dan putaw.

Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka cepat atau lambat organ tubuh rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu bisa overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Jenis Narkoba

narkoba

1. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin karena itu namanya adalah diasetilmorfin dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya yaitu garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin bisa menyebabkan kecanduan.

2. Ganja
Tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal dengan kandungan zat narkotika pada bijinya, mampu membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan meskipun tanpa sebab).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang sempat populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang memiliki bentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis pada negara berkembang.

Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva memakai produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish menggunakan pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Pemanfaatan Narkoba dan Narkotika

gambar narkoba

Ganja

Tumbuhan ganja sudah dikenal manusia sejak lama dan dipakai sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga dipakai sebagai sumber minyak.

Namun, karena ganja dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat yang disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkanhanya untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya yaitu varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur yang umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering kemudian dibakar dan dihisap seperti hal nya rokok, dan mampu juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Tanaman ini ditemukan disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya di dalam rumah kaca.

Morfin

Morfin merupakan jenis alkaloid analgesik yang kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung disistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur.

Morfin mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan yang tinggi dibandingkan zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia serta mimpi buruk.

Kokain

Kokain merupakan senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Kokain adalah alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, di mana daun tanaman ini biasanya dikunyah penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih dipaka sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung serta tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Narkotika

Narkotika memiliki asal kata dari bahasa Inggris “narcotics” yang berarti obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik secara murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan saraf yang mampu membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh disakiti sekalipun.

Jenis-jenisnya adalah:

  • Opium
  • Codein atau Kodein
  • Methadone (MTD)
  • LSD
  • PC
  • mescalin
  • barbiturat
  • Demerol atau Petidin atau Pethidina
  • Dektropropoksiven

Demikianlah pembahasan mengenai narkoba, Semoga bermanfaat

Artikel Lainya :