Perbedaan Senyawa dan Campuran Beserta Contohnya 

Posted on

Perbedaan Senyawa dan Campuran Beserta Contohnya  – Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri dari 2(dua) unsur atau bahkan lebih yang mana unsur masih bisa diuraikan ke dalam bentuk yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Sedangkan, Campuran adalah penggabungan antar 2 zat atau bahkan lebih yang mana zat tersebut tidak bisa menyatu secara kimiawi karena zat-zat tersebut masih mempertahankan sifatnya dasarnya. Untuk lebih jelasnya simaklah pembahasan kami mengenai Materi Makalah Perbedaan Senyawa dan Campuran Beserta Contohnya di bawah ini.

Perbedaan Senyawa dan Campuran

Pengertian Senyawa dan Campuran

A. Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri dari 2(dua) unsur atau bahkan lebih yang mana unsur masih bisa diuraikan ke dalam bentuk yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Zat tunggal yang sering kali kita jumpai di dalam kehidupan yakni merupakan bentuk dari senyawa Seperti garam, gula pasir, air, dan sebagainya.

Apabila gula dicampur dengan air panas yang suhunya tinggi, gula tersebut akan menjadi karbon & uap air. Dan air juga akan terurai menjadi hydrogen dan oksigen melalui reaksi kimia lain. Air & gula tadi adalah suatu senyawa karena terdiri dari berbagai unsur.

Berbeda dengan komponen penyusun campuran yang masih mempertahankan sifat-sifat asalanya unsur-unsur penyusun suatu senyawa sudah tidak akan memperlihatkan sifat-sifat aslinya.

1. Senyawa Organik

Senyawa organik adalah senyawa yang terdiri dari unsur karbon yang menjadi rangkaian utamanya. Senyawa organik bersumber dari makhluk hidup / organisme dan terbentuk bersama dengan suatu unsur. Senyawa organik tidak lagi mempertahankan sifat yang aslinya unsur-unsur didalam proses penyusunannya.

Contoh senyawa organik yakni :

  • Garam (NaCl)
  • Gula pasir (C12H22O11)
  • Urea (CO(NH2)2)

2. Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik ialah senyawa yang tidak tersusun atas suatu atom karbon, senyawa ini bisa kita jumpai di alam bebas. Senyawa anorganik tidak membentuk ikatan molekul kompleks yang memungkinkan adanya karbon.

Contoh senyawa anorganik, yaitu :

  • Asam Nitrat (HNO3)
  • Natrium Klorida (NaCI)
  • Almunium Hidroksida AI(OH)3
  • Karbon dioksida (CO2)

A. Campuran

Campuran adalah penggabungan antar 2 zat atau bahkan lebih yang mana zat tersebut tidak bisa menyatu secara kimiawi karena zat-zat tersebut masih mempertahankan sifatnya dasarnya.

Campuran ini terbagi menjadi 2 macam, yakni Campuran Homogen dan Heterogen. Berikut penjelasannya :

1. Campuran Homogen

Campuran homogen merupakan penggabungan antar 2 jenis zat atau bahkan lebih yang mana zat tersebut tidak terlihat lagi perbedaan sifat zatnya setelah terjadi reaksi kimia. Selain itu, zat-zat di dalam campuran homogen sudah melebur menjadi satu dan tidak akan bisa dibedakan lagi zat-zat di dalamnya.

Contoh campuran homogen, yaitu :

  • Alkohol
  • Asam Cuka (CH3COOH)
  • Asam Sulfat/ air aki (H2SO4)
  • Air
  • Parfum

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen ialah penggabungan anatar 2 zat atau lebih akan tetapi sifat asli masing-masing zat masih terlihat meski telah terjadi reaksi kimia. Namun sifat-sifat dari zat dalam campuran tersebut tidak akan bisa menyatu.

Contoh campuran heterogen, yaitu :

  • Minyak yang dicampur air
  • Pasir yang dicampur air

Perbedaan antara campuran dan senyawa

Berdasarkan penjelasan diatas bisa kita lihat bahwa campuran dan senyawa merupakan dua jenis materi yang berbeda. Zat individu bergabung secara kimia dalam senyawa. Selain itu, zat individu penyusun dari campuran tidak bergabung secara kimia satu dengan yang lainnya. Materi yang utama diklasifikasikan ke dalam bahan murni dan campuran. Senyawa & unsur jatuh ke dalam kelompok zat murni.

Senyawa terbentuk karena adanya penggabungan dua atau lebih unsur secara kimia. Hal tersebut penting untuk menyebutkan bahwa dalam suatu senyawa, unsur-unsur tersebut tidak mempertahankan sifat masing-masing. Komposisi senyawa dinyatakan oleh rumus kimia.

Sedangkan Campuranterdiri dari 2 atau bahkan lebih zat yang bergabung namun tidak secara kimia tidak seperti dalam kasus senyawa. Karena tidak ada bahan yang bergabung secara kimia, maka tidak ada reaksi kimia terjadi antara zat pembentuk campuran. Berbeda dengan senyawa, komponen campuran tidak kehilangan ciri aslinya. Komponen yang ada dalam proporsi apapun tetap akan bisa dibedakan secara visual dalam campuran.

Sifat campuran tergantung kepada sifat senyawa individu. Metode fisik seperti misalnya penguapan, filtrasi, atau kristalisasi, digunakan dalam memisahkan komponen campuran. Seperti yang dijelaskan diatas tadi bahwa ada dua jenis campuran yakni homogen dan heterogen. Campuran homogen dikenal sebagai larutan. Berdasarkan jenis campuran, komposisinya seragam di seluruh campuran. Sedangkan dalam campuran heterogen, komposisi berbeda di seluruh bagian.

Oleh sebab itulah campuran dan senyawa menjadi dua jenis yang berbeda dari materi. Campuran bisa dibuat dengan memvariasikan komposisi, sementara senyawa selalu dibentuk dengan komposisi tertentu. Campuran, zat tidak bergabung secara kimia bergabung dalam kasus senyawa.Sedangkan senyawa, zat individu hanya bisa dipisahkan dengan memakai reaksi kimia, sedangkan metode fisik bisa dengan mudah memisahkan komponen campuran.

Perbedaan atau Perbandingan Senyawa dan Campuran :

Perbedaan Campuran dan Senyawa

 

 

 

 

 

 

 

 

Demikianlah pembahasan kami mengenai Perbedaan Campuran dan Senyawa Beserta Contoh & Pengertiannya. Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya  :