Proses Pembuahan (Fertilisasi) Pada Manusia Terlengkap

Posted on

Proses Pembuahan Pada Manusia – Fertilisasi merupakan pertemuan antara sel telur dan sperma di dalam tuba fallopi, tuba falopi sendiri yaitu yang juga sering disebut sebagai oviduk ialah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Untuk lebih lengkapnya lagi simaklah Materi Proses Pembuahan Pada Manusia dibawah ini.

Proses Pembuahan Pada Manusia

Pengertian Fertilisasi

Fertilisasi merupakan pertemuan antara sel telur dan sperma di dalam tuba fallopi, tuba falopi sendiri yaitu yang juga sering disebut sebagai oviduk ialah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Fertilisasi adalah proses berfusinya pronukleus jantan pada sperma dengan pronukleus betina pada ovum hingga berbentuk zigot yang berlangsung di dalam tuba falopii atau tabung falopi (saluran telur).

Setelah bertemu antara sel telur dan sperma maka kemudian akan membentuk zigot, dan zigot menjadi embrio yang nantinya akan menjadi cikal bakal janin. Janin akan berkembang di dalam Rahim. Seorang ibu akan berperan aktif pada perkembangan si bayi. Bisanya ibu akan menambah nafsu makan karena akan sering merasakan lapar.

Proses Fertilisasi (Pembuahan)

Proses fertilisasi (pembuahan) yakni sebuah proses dimana sperma akan membuahi sel telur. Satu kali ejakulasi sperma dikeluarkan 300 juta – 400 juta sel sperma. Yang kemudian akan masuk membuai sel telur. Tetapi tidak semua bertahan hidup sampai ke sel telur. Dan yang berhasil membuahi hanya satu sperma pada sel telur. Berikut ini merupakan tahapan proses fertilisasi :

1.  Ovulasi

Sebelum terjadi pembuahan, sel telur harus terjadi ovulasi telebih dahulu. Ovulasi sendiri merupakan keluarnya sel telur dari ovarium / indung telur setiap bulannya. Didalam ovarium banyak sel telur namun hanya satu yang keluar pada setiap bulannya. Sebuah kantung (folikel) yang dipersiapkan untuk menjadi matang. Proses pematangan ini terutama dipengaruhi oleh hormon FSH (folikel stimulating hormone).

2.  Sel telur berpindah ke saluran tuba falopi

Selanjutnya apabila telah keluar dari ovarium, sel telur akan berpindah ke saluran tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Umur sel telur di dalam tuba falopi hanya 24 jam, sehingga jika tidak ada sperma yang membuahinya, maka ia akan mati dan kehamilan tidak bisa terjadi.

3. Meningkatnya Hormon

Apabila sel telur elah tberpindah ke saluran tuba falopi maka dinding Rahim akan bersiap-siap menebalkan dindingnya. Kemudian akan terjadi peningkatan hormon setelah sel telur meninggakan folikel. Folikel dalam ovarium akan berkembang menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini kemudian akan menghasilkan hormon progesteron yang berperan sebagai menebalkan lapisan dinding Rahim.

4.  Jika Sel Telur Tidak Dibuahi

Apabila sel telur tidak di buahi maka sel telur akan berpindah ke Rahim dan hancur atau yang sering di sebut menstruasi pada wanita setiap bulannya. Menstruasi berbeda-beda pada wanita, ada yang 28 hari namun juga ada yang kurang dan lebih. korpus luteum mengecil dan kadar hormon dalam tubuh kembali normal seperti biasanya. Lapisan dinding rahim yang menebal tadi akan mengalami proses peluruhan sehingga keluarlah darah haid.

5.  Jika Sel Telur Dibuahi

Apabila sel telur dibuahi terjadi pembuahan yaitu pertemuan sperma dengan sel telur. Maka sperma akan menembus kedalam sel telur. Apabila sel telur sudah di buahi maka sperma akan gugur dan tidak dapat masuk kedalam sel telur.

Proses Pepindahan Sel telur yang Sudah Dibuahi

Perhatikan gambar berikut ini:

Proses Pepindahan Sel telur yang Sudah Dibuahi

Proses awalnya terjadi pada ovarium yang memproduksi sel telur mengelurarkan sel setiap bulannya. Pehatikan gambar di atas mengai proses demi proses berjalannya sel telur haingga menuju Rahim.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Proses Fertilisasi (Pembuahan) pada Manusia. Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya :