Sistem Pernapasan Pada Burung dan Mekanismenya

Posted on

Sistem Pernapasan Pada Burung – Ketika burung terbang, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi udara. Untuk lebih jelasnnya lagi maka simaklah Materi Sistem Pernafasan Pada Burung dan Mekanisme Pernafasan Burung di bawah ini.

Sistem Pernapasan Pada Burung

Sistem Pernapasan Pada Burung

Ketika burung terbang, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara yakni ialah kantong dengan dinding selaput yang sangat tipis dan elastis. Pundi-pundi udara tersebut berada diantara otot, tulang, dan otot-otot pada tubuh.

Ketika burung terbang, sayap burung digerakkan oleh otot-otot dada. Aktivitas otot-otot dada ini bisa mengganggu proses pemasukan udara oleh paru-paru. Udara pernapasan masuk melalui hidung lalu kemudian trakea dan bronkus menuju paru-paru dan dialirkan ke pundi-pundi udara.

Oleh sebab itu, oksigen diambil dari udara yang ada dalam pundi-pundi udara. Udara dari pundi-pundi dialirkan ke paru-paru dengan cara menekan pundi-pundi. Dalam paru-paru terjadi lagi penyerapan oksigen. Maka, penyerapan oksigen bisa berlangsung dua kali yakni pada saat inspirasi dan juga pada saat ekspirasi.

Pada waktu inspirasi: Udara masuk ke paru-paru dan pundi-pundi udara.

Pada waktu ekspirasi: Udara mengalir dari pundi-pundi udara menuju kedalam paru-paru.

Ketika burung terbang melayang tanpa mengepakkan kedua sayapnya, burung tersebut berkesempatan mengisi kembali pundi-pundi udaranya. Ketika burung hinggap, burung bernapas dengan menggunakan paru-paru. Adapun jalannya pernapasan pada burung yang terbang atau tidak terbang yakni sebagai berikut:

Udara masuk melalui hidung → tenggorokan → paru-paru → pundi-pundi udara → paru-paru → keluar melalui hidung

Biasanya burung memiliki 5 pasang pundi-pundi udara yang diberi nama sesuai dengan tempatnya, yakni sebagai berikut : :

  1. Sepasang pundi-pundi udara antartulang selangka yang bercabang-cabang membentuk pundi-pundi udara dibawah tulang lengan atas
  2. Sepasang pundi-pundi udara pangkal leher.
  3. Sepasang pundi-pundi udara perut.
  4. Sepasang pundi-pundi udara dada depan.
  5. Sepasang pundi-pundi udara dada belakang.

Mekanisme Pernapasan Pada Burung

Burung merupakan hewan yang tingkat metabolismenya cukup tinggi, karena secara umum mobilisasi burung dilakukan dengan cara terbang. Oleh sebab itulah, kebutuhan oksigennya sangat besar. Sehingga ada perbedaan ketika terbang dan istirahat dalam hal mekanisme pernapasannya. Jadi, mekanisme pernapasannya bisa dibedakan menjadi 2, berikut ini adalah penjelasannya:

1.Pernapasan ketika istirahat

Burung tidak mempunyai diafragma yang membantu kontraksi otot. Sebagai gantinya otot tulang rusuk akan berkontraksi. Ketika otot tulang rusuk berkontraksi yakni pada saat tulang rusuk bergerak ke depan menyebabkan rongga dada membesar.

  • Inspirasi : Pada saat tulang rusuk berkontraksi, rongga dada akan membesar sehingga udara dari luar akan masuk melalui hidung, menuju trakea, bronkus,  serta bagian kecil udara masuk ke paru-paru dan yang sebagian besar masuk ke kantong udara bagian posterior. Udara yang berada di dalam kantong udara bagian belakang tadi akan mengalirkan sisa udara ke paru-paru sehingga pertukaran udara berlangsung dengan efisien.
  • Ekspirasi : Terjadinya ekspirasi yakni pada saat tulang rusuk relaksasi maka rongga dada mengecil, paru-paru mengempis dan menjadikan kantong udara pada bagian depan (anterior) terisi udara yang berasal dari paru-paru selanjutnya dikeluarkan seiring kantong udara bagian depan (anterior) tersebut mengempis – udara langsung melalui bronkus – trakea – hidung.
  1. Pernapasan Ketika terbang

Sada saat terbang, burung mengepakkan kedua sayapnya ke atas dan ke bawah dengan mengunakan otot dada dan rusuknya, yang mana otot ini juga digunakan untuk membantu pernapasan ketika burung beristirahat (pernapasan ketika istirahat).

Sehingga pernapasan ketika terbang akan dibantu oleh kantong udara yang bertindak seperti ventilasi atau menghembuskan udara ke paru-paru agar kebutuhan oksigen terpenuhi dan menghembuskan udara keluar dari paru-paru.

  • Inspirasi : Ketika burung mengangkat sayap, kantong udara pada bagian ketiak atau pangkal lengan mengembang diisi oleh udara dari luar dan juga mengalir masuk ke kantong udara perut (abdomen) dan sebagian kecilnya masuk ke paru-paru. Kantong udara tersebut kemudian akan mengempis sehingga udara segar tadi di alirkan ke paru-paru untuk proses difusi.
  • Ekspirasi : Ketika sayap diturunkan, kantong udara pada bagian ketiak terjepit, udara dari paru-paru yang mengisi kantong udara bagian anterior  tadi dikeluarkan dengan cara dihembuskan saat kantong tersebut terjepit. Udara kotor mengalir melalui bronkus – trakea- kemudian akan keluar melewati hidung.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Sistem Pernafasan Pada Burung. Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya :